CARA MEMBIASAKAN DIRI MENGHINDARI PERILAKU GHIBAH DI SEKOLAH
Sekolah merupakan tempat penting bagi peserta didik untuk menimba ilmu, mengembangkan potensi diri, serta membentuk kepribadian dan akhlak yang baik. Di sekolah, siswa tidak hanya belajar pelajaran akademik, tetapi juga belajar bersosialisasi, bekerja sama, dan saling menghargai satu sama lain. Namun, dalam kehidupan sehari-hari di sekolah sering ditemukan perilaku yang kurang baik, salah satunya adalah ghibah. Ghibah adalah perbuatan membicarakan keburukan atau kekurangan orang lain tanpa sepengetahuan orang yang dibicarakan, meskipun apa yang dibicarakan itu benar. Perilaku ini sering dianggap sebagai hal biasa, padahal dampaknya sangat merugikan.
Dalam ajaran Islam, ghibah merupakan perbuatan tercela dan dilarang oleh Allah Swt. Larangan tersebut dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Humazah ayat 1:
وَيۡلٌ لِّـكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةِ
Artinya: “Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela.”
Ayat ini memberikan peringatan yang sangat keras kepada orang-orang yang suka mencela, mengejek, dan membicarakan keburukan orang lain. Perilaku tersebut dapat melukai perasaan, merusak persahabatan, dan menimbulkan permusuhan. Oleh karena itu, sebagai pelajar, sudah seharusnya kita berusaha membiasakan diri untuk menghindari perilaku ghibah, khususnya di lingkungan sekolah.
Berikut di bawah ini adalah cara-cara menghindari perilaku ghibah:
Memahami pengertian dan hukum ghibah
Siswa perlu memahami bahwa ghibah adalah membicarakan keburukan orang lain yang sebenarnya benar, tetapi orang tersebut tidak senang jika hal itu diketahui. Dalam ajaran Islam, ghibah termasuk perbuatan tercela karena dapat melukai perasaan dan merusak kehormatan seseorang.
Membiasakan berpikir sebelum berbicara
Sebelum berbicara, siswa sebaiknya bertanya pada diri sendiri apakah perkataan tersebut bermanfaat, benar, dan tidak menyakiti orang lain. Kebiasaan berpikir terlebih dahulu dapat mencegah ucapan yang mengarah pada ghibah.
Menjaga lisan dan perilaku di media sosial
Ghibah tidak hanya terjadi secara lisan, tetapi juga melalui tulisan di grup chat, komentar, atau unggahan di media sosial. Siswa harus berhati-hati agar tidak menyebarkan cerita, komentar, atau sindiran yang membahas keburukan teman.
Menghindari lingkungan yang suka bergosip
Lingkungan pertemanan sangat memengaruhi kebiasaan seseorang. Jika berada di kelompok yang sering membicarakan orang lain, siswa sebaiknya menghindar secara sopan atau mengalihkan pembicaraan ke topik yang lebih bermanfaat.
Mengisi waktu dengan kegiatan positif
Siswa dianjurkan untuk menyibukkan diri dengan kegiatan yang bermanfaat seperti belajar, membaca, mengikuti ekstrakurikuler, berolahraga, atau kegiatan keagamaan. Kesibukan yang positif dapat mengurangi waktu untuk bergunjing.
Mengingat dampak buruk ghibah
Ghibah dapat menimbulkan permusuhan, merusak persahabatan, menurunkan kepercayaan antar teman, serta menciptakan suasana sekolah yang tidak nyaman. Dengan menyadari dampak tersebut, siswa akan lebih berhati-hati dalam berbicara.
Membiasakan berkata baik atau memilih diam
Jika tidak mampu berkata baik tentang orang lain, siswa sebaiknya memilih untuk diam. Kebiasaan ini membantu menjaga diri dari perkataan yang tidak bermanfaat dan melatih pengendalian diri.
Meneladani akhlak Rasulullah SAW
Rasulullah SAW selalu menjaga perkataan dan tidak pernah membicarakan keburukan orang lain. Meneladani sikap ini dapat menjadi contoh bagi siswa untuk berperilaku santun dan berakhlak mulia.
Saling mengingatkan dalam kebaikan
Jika melihat atau mendengar teman mulai melakukan ghibah, siswa dapat mengingatkannya dengan cara yang sopan dan tidak menyakiti. Sikap saling mengingatkan akan membantu membangun lingkungan sekolah yang positif.
Membiasakan husnuzan (berprasangka baik)
Berprasangka baik kepada orang lain dapat menghindarkan siswa dari keinginan membicarakan kekurangan teman. Dengan husnuzan, siswa akan lebih fokus pada kebaikan orang lain daripada keburukannya
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut secara konsisten, siswa dapat membiasakan diri untuk menghindari perilaku ghibah dan membangun sikap yang lebih baik, santun, serta berakhlak mulia di sekolah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar