Era digital telah membawa angin segar bagi dunia pendidikan. Kini, belajar tidak harus selalu di dalam kelas dengan guru yang berdiri di depan papan tulis. Siswa bisa mengambil kendali penuh atas proses belajarnya melalui pembelajaran mandiri. Mereka bebas menentukan kapan mulai belajar, materi apa yang ingin dikuasai lebih dalam dan bagaimana cara memahaminya. Teknologi menjadi sahabat setia: aplikasi seperti Duolingo untuk bahasa, Codecademy untuk pemrograman, atau situs lokal seperti Quipper dan Pahamify menyajikan materi interaktif yang bisa diakses hanya dengan genggaman tangan. Blog ini ingin berbagi betapa mudahnya pembelajaran mandiri bagi siswa masa kini, sambil merangkai inspirasi dari ayat-ayat Al-Quran yang begitu indah mengajak kita untuk terus mencari ilmu.
Bayangkan seorang siswa di desa terpencil yang sulit mencapai sekolah terbaik. Dulu, mimpi untuk belajar fisika kuantum atau bahasa Inggris lancar terasa jauh. Kini, cukup dengan ponsel dan paket data murah, mereka bisa menonton penjelasan dari profesor terbaik dunia di edX atau MIT OpenCourseWare. Tidak ada lagi alasan “saya tidak punya waktu” karena belajar bisa dilakukan di sela-sela membantu orang tua, saat menunggu angkutan, atau sebelum tidur. Fleksibilitas ini membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan tidak membebani.
Islam sejak awal telah menempatkan ilmu sebagai prioritas utama. Wahyu pertama yang turun kepada Rasulullah SAW adalah perintah untuk membaca. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-'Alaq/ 96:1-5:
اِقۡرَاۡ بِاسۡمِ رَبِّكَ الَّذِىۡ خَلَقَۚ ﴿96:1﴾ خَلَقَ الۡاِنۡسَانَ مِنۡ عَلَقٍۚ ﴿96:2﴾ اِقۡرَاۡ وَرَبُّكَ الۡاَكۡرَمُۙ ﴿96:3﴾ الَّذِىۡ عَلَّمَ بِالۡقَلَمِۙ ﴿96:4﴾ عَلَّمَ الۡاِنۡسَانَ مَا لَمۡ يَعۡلَمۡؕ ﴿96:5﴾
Terjemahnya:
“Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia, Yang mengajar manusia dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”
Perintah “Iqra’” ini begitu universal tidak terikat ruang dan waktu. Ia mengajak setiap individu, termasuk siswa, untuk aktif mencari ilmu sendiri, dengan kesadaran bahwa semua pengetahuan berasal dari Allah Yang Maha Mengajarkan.
Pembelajaran mandiri juga memungkinkan siswa belajar sesuai kecepatan dan minat masing-masing. Ada yang butuh pengulangan berkali-kali untuk memahami aljabar, ada yang langsung melesat ke trigonometri. Platform digital memberikan kesempatan itu tanpa rasa malu atau tekanan. Hasilnya? Pemahaman lebih mendalam dan rasa memiliki terhadap ilmu yang dipelajari.
Allah SWT juga mengingatkan bahwa menuntut ilmu adalah tanggung jawab yang tidak boleh ditinggalkan sepenuhnya meski ada kesibukan lain. Dalam QS. At-Taubah/09:122:
وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُوْنَ لِيَنْفِرُوْا كَاۤفَّةًۗ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَاۤىِٕفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوْا فِى الدِّيْنِ وَلِيُنْذِرُوْا قَوْمَهُمْ اِذَا رَجَعُوْٓا اِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُوْنَࣖ ١
Terjemahnya:
“Tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa tidak tinggal sebagian dari setiap golongan di antara mereka untuk memperdalam pengetahuan agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya ketika mereka kembali, agar mereka itu dapat berhati-hati.”
Ayat ini mengajarkan keseimbangan: ada yang bertugas di medan lain, tapi harus ada pula yang fokus mendalami ilmu. Bagi siswa, ini berarti meskipun ada tugas sekolah, olahraga, atau membantu keluarga, waktu untuk belajar mandiri tetap harus dijaga.
Balasan bagi penuntut ilmu pun luar biasa. Allah janjikan kenaikan derajat, sebagaimana dalam QS. Al-Mujadalah/58: 11:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ ١
Terjemahnya:
“Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”
Motivasi ini jauh lebih kuat daripada sekadar nilai tinggi atau pujian guru ia menjanjikan kedudukan mulia di sisi Allah. Tantangan tetap ada: godaan scrolling tak berujung atau rasa malas. Namun, ada doa pendek yang diajarkan Al-Quran sendiri dalam QS. Thaha/20: 114:
تَعٰلَى اللّٰهُ الْمَلِكُ الْحَقُّۚ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْاٰنِ مِنْ قَبْلِ اَنْ يُّقْضٰٓى اِلَيْكَ وَحْيُهٗۖ وَقُلْ رَّبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا ١١٤
Terjemahnya:
“Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.”
Doa ini bisa menjadi pembuka setiap sesi belajar mandiri, meminta kekuatan dan kemudahan dari Yang Maha Kuasa. Pembelajaran mandiri bukan hanya tentang nilai akademik, tapi juga membentuk karakter: disiplin, rasa ingin tahu, dan kemampuan memecahkan masalah sendiri. Di masa depan yang penuh ketidakpastian, keterampilan ini akan menjadi bekal paling berharga.
Kesimpulannya, kemudahan pembelajaran mandiri di zaman sekarang adalah nikmat besar yang patut disyukuri. Dengan tuntunan ayat-ayat suci Al-Quran yang terus menggelora menyuruh kita mencari ilmu, mari jadikan belajar mandiri sebagai kebiasaan sehari-hari. Ilmu akan membawa cahaya, baik di dunia maupun akhirat. Semoga Allah karuniakan kita semangat dan kemudahan dalam menuntut ilmu yang bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar