Senin, 29 Desember 2025

Berakhlak karena Lahir di Keluarga Muslim

     

    Akhlak merupakan bagian yang sangat penting dalam ajaran Islam karena menjadi cerminan keimanan seseorang. Akhlak tidak hanya berkaitan dengan hubungan manusia dengan sesama, tetapi juga dengan hubungan manusia dengan Allah SWT. Dalam Islam, akhlak yang baik merupakan tujuan utama pendidikan dan pembinaan umat. Salah satu faktor utama yang berpengaruh dalam pembentukan akhlak seseorang adalah lingkungan keluarga, terutama keluarga Muslim tempat seseorang dilahirkan dan dibesarkan.

    Lahir dalam keluarga Muslim memberikan dasar yang kuat bagi pembentukan akhlak sejak usia dini. Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak. Di dalam keluarga Muslim, anak mulai mengenal nilai-nilai keislaman seperti tauhid, ibadah, dan adab dalam kehidupan sehari-hari. Orang tua memiliki peran penting sebagai pendidik utama yang menanamkan akhlak melalui bimbingan, pembiasaan, dan keteladanan. Anak cenderung meniru sikap dan perilaku orang tuanya, sehingga contoh akhlak yang baik dari orang tua akan membentuk karakter anak secara positif.

    Islam memerintahkan orang tua untuk menjaga diri dan keluarganya dari perbuatan yang menyimpang serta mendidik anak dengan nilai-nilai keimanan dan akhlak. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an surah At-Tahrim ayat 6:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ ۝٦

yâ ayyuhalladzîna âmanû qû anfusakum wa ahlîkum nâraw wa qûduhan-nâsu wal-ḫijâratu ‘alaihâ malâ'ikatun ghilâdhun syidâdul lâ ya‘shûnallâha mâ amarahum wa yaf‘alûna mâ yu'marûn

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras. Mereka tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

(QS. At-Tahrim: 6)

    Ayat tersebut menunjukkan bahwa orang tua bertanggung jawab dalam membina akhlak anak agar terhindar dari perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT.

    Selain keteladanan, kebiasaan islami dalam keluarga Muslim juga berperan besar dalam pembentukan akhlak. Pembiasaan salat, membaca Al-Qur’an, berdoa, serta menerapkan adab-adab Islam dalam kehidupan sehari-hari akan membentuk kepribadian anak yang disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia. Nilai-nilai seperti kejujuran, kesabaran, kasih sayang, dan rasa hormat ditanamkan secara berkelanjutan melalui praktik langsung dalam keluarga.

Al-Qur’an juga menegaskan pentingnya berbuat baik kepada orang tua dan sesama sebagai bagian dari akhlak seorang Muslim. Hal ini terdapat dalam surah Al-Isra ayat 23:

وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا ۝٢٣

wa qadlâ rabbuka allâ ta‘budû illâ iyyâhu wa bil-wâlidaini iḫsânâ, immâ yablughanna ‘indakal-kibara aḫaduhumâ au kilâhumâ fa lâ taqul lahumâ uffiw wa lâ tan-har-humâ wa qul lahumâ qaulang karîmâ

“Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.”

(QS. Al-Isra: 23)

    Ayat ini menunjukkan bahwa akhlak yang baik dalam keluarga menjadi dasar pembentukan hubungan sosial yang harmonis di masyarakat.

    Namun, berakhlak karena lahir di keluarga Muslim bukanlah sesuatu yang terjadi secara otomatis. Akhlak yang baik harus terus dibina dan dijaga. Pengaruh lingkungan luar seperti pergaulan, media sosial, dan perkembangan teknologi dapat memengaruhi perilaku anak. Oleh karena itu, keluarga Muslim perlu membekali anak dengan pemahaman agama yang kuat agar mampu membedakan antara perbuatan yang baik dan buruk sesuai dengan ajaran Islam.

    Islam menegaskan bahwa akhlak yang baik merupakan tujuan utama diutusnya Nabi Muhammad SAW. Allah SWT berfirman dalam surah Al-Qalam ayat 4:

وَاِنَّكَ لَعَلٰى خُلُقٍ عَظِيْمٍ ۝٤

wa innaka la‘alâ khuluqin ‘adhîm

“Sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung.”

(QS. Al-Qalam: 4)

Ayat ini menegaskan bahwa Rasulullah SAW adalah teladan utama dalam akhlak mulia yang patut dicontoh oleh setiap Muslim.

    Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa lahir dan tumbuh dalam keluarga Muslim memberikan pengaruh besar dalam pembentukan akhlak seseorang. Melalui keteladanan orang tua, pembiasaan nilai-nilai islami, serta bimbingan yang berkesinambungan berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah, akhlak yang baik dapat tertanam sejak dini. Akhlak yang mulia bukan hanya menjadi identitas seorang Muslim, tetapi juga menjadi bekal utama dalam menjalani kehidupan yang diridhai oleh Allah SWT.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar